Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Karena itu, pembelajaran bahasa di arahkan untuk meningkatkan kemampuan pelajar dalam komunikasi, baik lisan maupun tulisan. Hal ini relevan dengan kurikulum 2004 bahwa kopetensi pembelajaran yaitu membaca,berbicara,menyimak dan mendengarkan.
Sedangkan tujuan pembelajaran bahasa adalah keterampilan komunikasi dalam berbagai konteks komunikasi kemampuan yang dikembangkan adalah daya tangkap makna,peran,menilai, dan mengekspresikan diri dengan bahasa.
Kasus
1. Siswa tidak pintar hasil belajarnya tergolong rendah. Siswanya juga nakal, sebagai seorang guru saya
harus mampu menyampaikan materi kepada siswa tersebut.
solusi saya adalah:
sebagai seorang guru terlebih dahulu saya harus mengetahui karakteristik siswa tersebut. Setelah itu kita
bisa menyampaikan materi dengan cara yang lebih mudah dan di mengerti oleh siswa tersebut.
dan secara perlahan kita sebagai guru dapat menasehati siswa tersebut agar bisa menjadi siswa yang baik.
2. siswa pintar hasil belajarnya tergolong baik, namun sikapnya tergolong sombong. sebagai seorang guru
harus dapat mengubah siswa tersebut.
sebagai seorang guru cara saya untuk mengubah siswa tersebut adalah dengan menasehati siswa tersebut
agar tidah bersikap sombong, memberikan pelajaran dengan metode berkelompok agar siswa tersebut
dapat saling bertukar pikiran dengan teman lainya. dan beri pengertian bahwa sikap sombong itu tidak
baik buat diri sendiri karena akan menimbulkan rasa benci.
3. Siswa nakal,,tidak pintar,hasil belajarnya tergolong rendah,namun siswa tersebut mempunyai skil di bidang
olah raga,komputer,dan tari.
bagai mana cara guru mampu menyampaikan pelajaran kepad siswa tersebut.
sebagai seorang guru kita dapat memberikan materi yang bisa siswa aktif dan mengerti, juga kita bisa
mengkaitakan skil yang dimiliki. contohnya memberikan tugas membuat cerpen dengan menggunakan
komputer yang pada dasarnya dia bisa dalam bidang itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar